Tata Cara Persyarata Umroh 2019

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shlawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepangkuan baginda Rasulallah SAW, dan semoga kita semua mendapatkan syafa’at kelak di yaumul qiyamah amin Allahumma Amin.
Dalam makalah ini kami membahas tentang Tata cara Haji dan Umroh.. Sebegitu penting sehingga perlu dibahas karena dengan kita mempelajari bab Haji dan Umroh, kita dapat mengetahui makna yang terkandung dalam ritual yang suci itu.
Kami menyadari apabila makalah ini memang jauh dari sempurna, maka bagi para pembaca apabila ingin mengkritik ataupun memberi saran, kami siap untuk menerima kritik dan saran tersebut.
Semoga dengan apa yang penulis susun ini dapat bermanfa’at bagi pembaca dan orang lain, amin Allahumma Amin..
Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarakatuh...

BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Rukun islam yang ke-5 adalah ibadah Haji. Dan merupakan ibadah penyempurna dari beberapa ritual ibadah dalam agama Islam. Haji juga menjadi sarana penyampaian do’a-do’a yang insyaAllah asti dikabulkan. Karena haji merupakan perjalanan suci menuju tempat suci yang tak lain adalah Ka’bah baitullah atau bisa disebut rumah Allah yang berada di kota Mekkah Saudi Arabia.
Dalam ritual ini mengajarkan keada kita akan perjalanan yang anjang nan membutuhkan banyak persiapan, mulai dari persiapan materi, mental, kesehatan dan jiwa yang memang sudah siap untuk pergi menghadap Allah.
Haji juga merupakan ibadah yang memiliki banyak manfaat, khususnya di negara Arab itu sendiri, karena menjadi pemasukan keuangan tertinggi setelah minyak. Dan dengan haji pula dapat mempertemukan orang islam seluruh dunia menjadi satu.
B.   Rumusan Masalah
1.    Bagaimana sejarah singkat mengenai Haji dan Umroh itu?
2.    Apa saja syarat yang harus ditempuh dalam melaksanakan ibadah Haji dan Umroh itu?
3.    Bagaimana tata cara pelaksanaan haji dan umroh?
C.   Tujuan
1.    Untuk memenuhi tugas mata kuliah studi ke Islaman 2
2.    Untuk bahan diskusi kelompok kelas PAI
3.    Untuk memberikan wawasan kepada pembaca mengenai Haji dan Umroh

BAB II
PEMBAHASAN
A.   Pengertian Haji dan Umroh
Haji menurut bahasa adalah الجِّ , yang merupakan rukun iman ke 5. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilakukan umat islam sedunia yang mampu secara materi, fisik dan keilmuan atau pemahaman mengenai agama islam. Dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberaa tempat di Arab Saudi ada suatu waktu yang dikenal dengan musim haji (bulan Dzulhijjah). Hal ini jelas berbeda dengan ibadah Umroh yang bisa dilakukan sewaktu-waktu. Berikut adalah pengertian dari haji dan umroh:
1.    Haji
Secara lughawi, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi.[1] Menurut etimologi bahasa Arab kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Menurut istilah syara', haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Yang dimaksud dengan temat-tempat tertentu dalam definisi diatas, selain Ka'bah dan Mas'a (tempat sa'i),  juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Yang dimaksud dengan waktu tertentu ialah bulan-bulan haji yang dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Adapun amal ibadah tertentu ialah thawaf, sa'i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain.[2]
2.    Umroh
Umrah (bahasa Arab: عمرة) adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Hampir mirip dengan ibadah haji, ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram.
Pada istilah teknis syari’ah, Umroh berarti melaksanakan thowaf di Ka’bah dan Sa’i antara Shofa dan Marwah, setelah memakai ihrom yang diambil dari Miqot, dan sering disebut juga haji kecil.
Perbedaan umrah dengan haji adalah pada waktu dan tempat. Umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.

B.   Syarat Haji dan Umroh
Adapun syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam melaksanakan ibadah haji dan umroh, berikut pembahasannya:
1.    Syarat ibadah Haji:
a.    Islam
b.    Berakal
c.    Baligh
d.    Merdeka
e.    Mampu
f.     Dan bagi perempuan ditambah dengan satu syarat yaitu adanya mahram yang pergi bersamanya. Sebab haram hukumnya jika ia pergi haji atau safar (bepergian) lainnya tanpa mahram, berdasarkan sabda Nabi Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam:
HAJ02
"Tidak (dibenarkan seorang) wanita bepergian kecuali dengan mahramnya." (Muttafaq Alaih).
Jika seorang wanita pergi haji tanpa mahram maka ia berdosa tetapi hajinya tetap sah.
Syarat kelima yakni mampu, meliputi kemampuan materi dan fisik. Barangsiapa tidak mampu dengan hartanya untuk memenuhi biaya perjalanan, nafkah haji dan sejenisnya maka ia tidak berkewajiban haji. Adapun orang yang mampu secara materil, tetapi tidak mampu secara fisik dan jauh harapan sembuhnya, seperti orang yang sakit menahun, orang yang cacat atau tua renta maka ia harus mewakilkan hajinya kepada orang lain. Dan disyaratkan orang yang mewakilinya sudah haji untuk dirinya sendiri.
2.    Syarat ibadah Umroh:
a.      Beragama Islam
b.     Baligh, dan berakal
c.      Merdeka
d.     Memiliki kemampuan, adanya bekal dan kendaraan
e.      Ada mahram (khusus bagi wanita)
C.   Tata Cara Haji dan Umroh
Adapun tata cara pelaksanaan haji dan umroh, berikut:

1.    Tata cara Haji
Tata cara haji adalah sebagai berikut:

a.    Melakukan ihram dari miqat
Ihram dapat dilakukan sejak awal bulan syawal dengan cara melaksanakan mandi sunnah, berwudhu seperti berwudhu untuk shalat dan memakai pakaian ihram.
Disyariatkan juga untuk mengucapkan niat haji dengan mengucapkan  Labbaik Allâhumma hajjan, yang artinya “aku datang memenuhi panggilanmu ya Allah, untuk berhaji”. Tidak ada ritual atau niatan khusus yang harus Anda kerjakan dalam pelaksanaan ihram ini.
Setelah itu Anda bisa berangkat menuju arrafah sambil membaca kalimat talbiah untuk menyatakan

niat:
Labbaik Allâhumma labbaik, labbaik lâ syarîka laka labbaik, inna al-hamda, wa ni’mata laka wa al-mulk, lâ syarîka laka

b.    Wukuf di Arrafah
Pelaksanaan wukuf adalah pada tanggal 9 Zulhijah, waktunya dimulai setelah matahari tergelincir sampai terbit fajar pada tanggal 10 Zulhijah.

c.    Mabit di Muzdalifah, Mekah
Ambilah batu kerikil untuk melaksanakan jumrah di Mina, jumlahnya bisa 49 sampai 70 batu. Waktu perjalanan ke Mina, Anda bisa singgah di Muzdalifah untuk berzikir dan memperbanyak berdo'a kepada Allah SWT.

d.    Melontar jumrah ‘aqabah
Melontar jumroh dilakukan di bukit Aqabah sehingga dinamakan jumroh Aqabah. pelaksanaannya adalah pada tanggal 10 Dzulhijah. Jumlah batu yang dilempar adalah 7 buah batu kerikil.
Setelah melempar jumroh, Anda disyariatkan untuk menyembelih hewan kurban. Lebih afdhal dilakukan sendiri.

e.    Tahalul
Tahalul dilaksanakan setelah melaksanakan jumroh aqobah. Tahalul adalah memotong atau mencukur rambut sekurang-kurangnya tiga helai. Setelah bertahalul, Anda bisa melepas pakaian ihram dan memakai pakaian biasa. Selama melaksanakan ibadah haji, dilarang keras untuk membunuh binatang dan melaksankan hubungan badan bagi suami istri.

Anda disunnahkan untuk mencium Hajar Aswad dan melaksanakan shalat sunnah 2 rakaat di dekat makam Ibrahim serta berdoa di Multazam. Setelah itu Anda bisa melaksanakan Sa'i di antara  bukit Shafa dan Marwa, dimulai dari Bukit Shafa dan berakhir di Bukit Marwa dan dilanjutkan dengan melaksanakan tahalul yang kedua.

f.     Mabit di Mina
Mabit di Mina dilaksanakan pada hari tasyrik. Pada hari-hari tasyrik itu Anda bisa melontar jumrah ula, wusta, dan ‘aqabah, masing-masing 7 kali.
Keterangan:
Untuk Anda yang ingin nafar awwal atau meninggalkan Mina tanggal 12 Zulhijah setelah jumrah pada sore hari, melontar jumrah bisa dilakukan pada tanggal 11 dan 12 Zulhijah saja.
Dengan selesainya melontar jumrah maka selesailah seluruh rangkaian kegiatan ibadah haji dan kembali ke Mekah.

g.    Tawaf ifadah
Anda bisa melaksanakan tawaf wada' sebelum meninggalkan Mekah untuk kembali pulang ke tanah air.

2.    Tata cara Umroh
Untuk tata cara pelaksanaan umrah, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini :

a.    Disunnahkan mandi besar (janabah) sebelum ihram untuk umrah.

b.    Memakai pakaian Ihrom. Untuk lelaki 2 kain yang dijadikan sarung dan selendang, sedangkan untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung tangan.

c.    Niat umrah dalam hati, ketika sampai di miqot ( batas daerah tanah suci ) sholat sunah dua rokaat dan mengucapkan Labbaika Allahumma 'umrotan atau Labbaika Allahumma bi'umrotin. Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan cukup dengan suara yang didengar orang yang ada di sampingnya bagi wanita, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk laa syarika laka.

d.    Jika sudah sampai kota Makkah, disunnahkan mandi terlebih dahulu sebelum memasukinya.

e.    Sesampai di Ka’bah, talbiyah berhenti sebelum thawaf. Kemudian menuju hajar aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika mampu dan mengucapkan Bismillahi wallahu akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi isyarat dan berkata Allahu akbar.

f.     Thawaf sebanyak 7 kali putaran. 3 putaran pertama jalan cepat dan sisanya jalan biasa. Thowaf diawali dan diakhiri di hajar aswad dan ka'bah dijadikan berada di sebelah kiri.

g.    Salat 2 raka'at di belakang maqam Ibrahim jika bisa atau di tempat lainnya di masjidil haram dengan membaca Surat Al-Kafirun pada raka'at pertama dan Al-Ikhlas pada raka'at kedua.

h.    Sa'i dengan naik ke bukit Shofa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan Innash shofa wal marwata min sya'aairillah. Abda'u bima bada'allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai'in qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa'dahu wa nasoro 'abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x. Kemudian berdoa sekehendaknya.

i.      Amalan pada poin 8 diulangi setiap putaran di sisi bukit Shofa dan Marwah disertai dengan doa.

j.      Sa’i dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.

k.    Mencukur seluruh atau sebagian rambut kepala bagi lelaki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita.

BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan

Ibadah haji adalah rukun islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh seorang muslim yang mempenuhi syarat-syaratnya. Menurut istilah syara', haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Yang dimaksud dengan temat-tempat tertentu dalam definisi diatas, selain Ka'bah dan Mas'a (tempat sa'i),  juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Sedangkan pada istilah teknis syari’ah, Umroh berarti melaksanakan thowaf di Ka’bah dan Sa’i antara Shofa dan Marwah, setelah memakai ihrom yang diambil dari Miqot, dan sering disebut juga haji kecil.

Tata cara haji adalah: melakukan ihram dari miqat, wukuf di Arafah, mabit di muzdalifah, Mekkah, melempar jumroh aqabah, tahalul, mabit di Mina, Tawaf ifadhah.

Adapun tata cara umroh adalah: disunnahkan mandi besar, mengenakan pakaian ihrom, berniat umroh dalam hati, ketika sampai di miqot sholat sunah dua rokaat dan bertalbiyah. Sesampainya di Mekkah, disunnahkan mandi besar, sesampainya di Ka’bah, talbiyah berhenti sebelum thawaf, kemudian menuju hajar aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika mampu dan mengucapkan Bismillahi wallahu akbar, kemudian thawaf 7 kali putaran, sholat 2 rakaat di belakang makam Ibrahim, sa’I, dan mengulangi kedelapan cara tadi, sa’i dilakukan sebanyak 7 kali, dan mencukur sebagian atau seluruh rambut kepala.

0 comments: